Arsip untuk ‘Politics’ Kategori
Sosialis? Apa yang bisa kita lakuin
Summarize:
- Sosialis
- comment
- Apa yang bisa saya lakukan
Begin
Politik menjadi concern saya hari – hari ini. Terakhir saya membaca tulisan dan pidato – pidato Che Guevara yang terkenal sebagai tokoh sosialis (walaupun beberapa pakar mengatakan Che manolak dirinya disebut komunis, well sosialis beda dengan komunis, komunis tingkat lanjutan sosialis).
Saya sendiri hidup di tengah – tengah masyarakat Pancasila yang setengah ada sosialis dan liberalis (kita perlu bahas nanti). Di tulisan ini, saya coba melihat salah satu dari dua pandangan mainstream itu : sosialis vs liberalis. Sosialis menjadi tulisan di awal ini. Saya bukan pakar, jadi saya membahas apa yang saya mau dari sudut pandang saya (see my blog’s name :p)
Sosialis
Saya mau memulai dari sini. Paham ini terlahir dari kekecewaan masyarakat abad-18 terhadap system liberal yang ada saat itu. Dalam pidatonya, Che mengatakan hal yang menarik sebagai penyebab tumbuhnya paham ini. Pada abad itu industri tumbuh pesat. Para pemilik modal (kapitalis) semakin banyak. Mereka2 membangun banyak pabrik, mengeluarkan uangnya dengan tujuan menjadi terus berganda. Return on investment (keuntungan dibandingkan uang yang diinvestasikan) menjadi tujuan mereka. Kuba saat itu penghasil tebu yang besar.Pabrik gula di di kuba terus tumbuh tak terkendali. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Problem yang terjadi : Pabrik semakin banyak ( produksi membludak ( melebihi konsumsinya saat itu. Padahal, seperti kita tahu gula adalah produk komoditas yang concern ke harga yang murah. Akibatnya perusahaan2 baru yang susah melakukan efisiensi, ambruk. Pegawai2 dirumahkan. Di sini timbul gejolak. Pegawai merasa dirinya hanya menjadi alat bagi kaum kapitalis yang hanya melihat sesuatu dari sudut pandang apakah ada keuntungan? Berapa? ( matrealisme. Mereka merasa dirinya ditindas (menjadi kaum proletar). Mereka berpikir alangkah bagusnya kalu mereka bekerja sebagai pegawai negara yang negaranya concern bukan kepada return on investment tapi kesejahteraan seluruh masyarakat.
// isu #1 kapitalis – proletar
Ada juga problem dengan issue pemerataan. Pegawai listrik merasa tidak adil karena gajinya tidak lebih besar dari pegawai bank. Saat itu sektor listrik mengalami kerugian yang mengakibatkan gaji karyawan tetap bahkan cendrung terus turun. Padahal mereka merasa bekerja tidak kurang kerasnya dari pegawai bank itu. Perbedaan mereka bahwa tukang listrik ini berjuang di bidang kelistrikan dan tukang bank bekerja di sektor finansial. Mereka merasa perjuangan meraka sama dengan perjuangan teman – teman sektor finansial, Cuma pilihan minat saja yang berbeda. Ini tidak adil bagi mereka. Kaum sosialis merespon hal ini dengan kata pemerataan. Mau itu pegawai bank, pegawai listrik mereka berada dalam naungan negara, dan tugas negaralah membuat pemerataan gaji.
// isu #2 pemerataan
Comment
Kita coba liat lagi tulisan di atas di sisi pros dan consnya
Pros :
1 Pengusaha2 emang kadang2 kurang ajar ke pegawai. Inget kasus Asian Agri? Pengusaha Tanoto presentasi gimana caranya ngurangin pajak yang harus dibayar dengan cara transfer keuntungan ke perusahaannya yang lain di luar negeri. Ngeliat bosnya ga bener karyawannya ambil2 kesempatan ga bener dengan korup duit perusahaan yang diklaim ga seberapa dari duit yang digelapin buat pajak.
Well bukan itu fokusnya. Tapi bisa ga kita bayangin bekerja di suatu perusahaan yang dimiliki seseorang yang bermental ga oke. Yang Cuma liat sesuatu dari ini untungnya berapa? Ah karyawan ga usah naik gaji dulu lah, inflasi Cuma 11% ini. Keenakan nanti merka!!! Merka harus dibiasain punya mental yang ga lembek!!
2 Peminatan harusnya ga berdasar gaji. Bener juga dipikir2 apa yang dipikirin orang2 sosialis. Jadi inget, waktu SMA pas milih jurusan”sekarang kan zaman IT, dibutuhin dimana2, gajinya gede2, temen om di IBM aja…”. ”Wah kalo mau si masuk ke finance. Temen aku di deutsche bank gajinya…” Padahal apa bedanya bekerja di pertanian, kehutanan, guru, teknik industri, IF, selain objeknya…
Cos :
1 Well kebayang ga, kalo pemerintah indo sekarang ngelarang adanya sektor swasta? Sebanyak ini kekayaan negara kita diurus segelintir orang2 pemerintah? Kalo ini terjadi, pemerintah ngebatasin kreativitas rakyatnya untuk memanfaatkan sumber2 hidup buat kesejahteraan mereka. Mau ga mau sektor swasta yang isinya pengusaha2 memang perlu ada. Tugas pemerintah selain pemain juga mastiin pengusaha2 respect ke karyawannya
2 Wah gawatnya klo semua sektor diserahin ke pemerintah. Trus pemerintahnya ga oke : korup,nyeleweng. Mang kita hidup harus bergantung ke segelintir orang2 itu. Isu ini menajdi kuat setelah di uni soviet diterapin sosialis, pejabat2nya melesat kaya padahal rakyatnya trus miskin atas nama pemerataan. Trus ga adil juga kalo orang2 yang lebih kreatif dan mau bekeja keras harus disamain gajinya dengan orang2 males dan ”kumaha engke” (hehehehe, i dont say it’s bad btw, Cuma ga adil ^^).
Trus ngapain?
Trusa apa yang bisa kita pelajarin sebagi orang pancasila dari
1 wah saya pikir menjadi pengusaha yang baik adalah ibadah… jadilah pengusaha, hehehehhe. Mumpung indo masi nerapin pancasila
2 kalo bekerja di pemerintah (BUMN,regulator), dengan niat berjuang untuk rakyat dan bangsa, tolong mental modelnya dipertahanin kek gitu. Jadi jangan pulang jam 2 sore gitu lhooo
3 kalo bekerja di sektor swasta yang oke pengusahanya (pemilik sahamnya), pastiin kerja mang berguna bagi banyak orang/client.
4 kalo dapetnya bos2 kurang ajar. Keluar ajalah. Jangan mau jadi proletar!! Jadilah pengusaha ato cari tempat gawe baru
5 cari jurusan kuliah jangan liat gajinya,man!! Asal suka, fokus, Be creative, maka duit akan ngucur sendiri (kata temen saya)
End.
Tinggalkan sebuah Komentar