Waduhhhhhhhhhh

Saat ini saya sedang merasa tinggi – tingginya minat untuk bekerja.

Pekerjaan yang saya sukai

Lingkungan kerja  dan pertemanan yang saya nikmati

Kepercayaan atasan meningkat

Uang yang yahhhh mencukupi lah

Namun baru – baru ini saya membaca blog teman saya yang sangat menyesal melupakan hari ulang tahun kakaknya karena bekerja terus menerus. “Apa ini yang saya cari? Bekerja siang malam, menumpukkan uang, namun melupakan hari penting kakak sendiri” tulisnya.

Saya langsung saja periksa Hand Phone sendiri mengecek kalau – kalau saya melupakan ulang tahun temen atau keluarga sendiri. Namun jangankan tanggal ulang tahun, saya bahkan baru sadar ini sudah akhir bulan September!!!!!!!!!!!!!!!!!

Waduhhhhhhhhh bahkan tanggal saja saya lupa…..

September 29th 2009

Advertisements

to be number or to be something

Saat ini  kosan saya gelap total. Hal yang tidak pernah saya rasakan selama hampir setahun tinggal di kosan ini. Mati lampu di Jakarta Pusat terjadi sejak pukul 14.00 hingga saya menulis pukul 20.00 saat ini. Entah kenapa saya jadi ingin menulis. Ahhhhhhhhh sudah lama sekali tidak menulis…..

Padahal saya (ngaku2) suka menulis. Untungnya saya mengisi penuh baterai laptop di kantor tadi sehingga kegelapan kosan bisa diterangi warna putih lembar microsoft word ini (yaaa saya biasanya menulis di word baru dimasukkan ke blog, eheheh ga penting yaaaa).

Tadi siang saya bertemu dosen saya di lobi bawah gedung kantor. Ternyata dosen saya itu masih ingat saya padahal saya belum pernah ambil mata kuliah beliau sebelumnya (ahahaha merasa terkenal mode). Setelah basa – basi sebentar, dia berkata ”Sudahlah kamu sekolah lagi saja terus jadi dosen ambil major Public Policy. Kamu tidak terkukung waktu, bekerja untuk diri sendiri, dapat pahala terus menerus dari ilmu yang diajarkan. Ilmu kamu juga akan dicari dan berguna bagi negara dengan menjadi staf ahli negara bahkan menteri”

Ini bukan kali pertama saya diberitahu hal seperti itu. Namun sampai sekarang saya tidak bergeming. Saya memutuskan untuk bekerja sebagai konsultan dan sampai saat ini saya menikmati proses pembelajaran di kantor saya.  Toh  sebagai konsultan saya disini dapat berguna bagi bangsa secara tidak langsung dengan mentransformasi perusahaan Indonesia menjadi perusahaan kelas dunia. Bahkan saya merasa dapat berperan signifikan karena hasil kerja saya langsung dilihat dan dipertimbangakan oleh direksi klien hingga akhirnya diimplementasikan jajaran bawahnya, hal yang sulit saya lakukan kalau bekerja biasa. Apalagi saya dibayar cukup untuk hidup di Ibukota ini.

Kemudian dosen saya itu berkata kembali, ”Corak hidup anak – anak ITB itu bisa dilihat 15 tahun setelah dia lulus kuliah. Setidaknya ada dua corak hidup secara general:

Satu, orang yang hidup ’to be number’, yang hidupnya adem tentrem tanpa masalah uang karena dia bekerja dengan tujuan untuk menghasilkan uang, mencukupi kebutuhan hidup diri dan keluarganya.

Kedua, orang yang hidup ’to be something’ yang mengejar suatu hasil yang dapat berguna bagi orang banyak.

Cara ukurnya untuk menetukan corak hidup itu mudah. Jika kamu meninggal nanti kamu dikenang oleh banyak orang itu artinya kamu hidup ’to be something’, tapi kalau pensiun saja kamu sudah dilupakan, itu artinya kamu hidup ’to be number’ ”

Siul…. jadi susah tidur niiiii….

September 29th 2009

Lentera Jiwa : Contoh Nyata

Kali ini tayangan dari O Channel yang menarik perhatian saya. Acara yang saya lihat saat itu adalah talk show  yang kali ini menampilkan Nugie, salah seorang penyanyi favorit saya. Saya suka dengan suaranya yang khas terutama saat dia menyanyikan lagu tentang burung gereja (eh burung gereja itu judulnya ato salah satu liriknya ya?! ehehehehe).

Topik yang dibahas saat itu adalah lagunya yang berjudul lentera jiwa. Lagu ini menceritakan tentang seseorang bahkan banyak orang yang terjebak hidupnya karena tidak berada pada jalur lentera jiwanya. Well, saya belum pernah denger lagunya siiiiii, tapiii dari arah pembicaraannya, lentera jiwa yang saya tangkap itu adalah berupa gambaran  dari jati diri, kata hati, atau passion…

Nugie menceritakan bahwa lagu itu sebagai filosofi yang dia gunakan dalam manjalankan hidup.  Pada acara tersebut juga diceritakan pengalaman seorang Nugie yang mengikuti kata hatinya untuk mendalami musik dan meninggalkan kuliahnya di UI yang “tinggal” menyisakan satu mata kuliah lagi.

Saya jadi teringat cerita beberapa teman saya yang menjadi inspirasi dan menjadikan kalimat “where there is a will, there is a way” sebagai suatu yang nyata bagi saya. “Will” inilah yang menjadi pendorong mereka maju dan berjuang. Will ini yang kemudian saya pahami sebagai lentera jiwa, kata hati, passion, cinta…

Kira – kira 7 bulan lalu saya melakukan project penerapan IT (ERP) untuk sebuh perusahaan consumer goods besar di Indonesia. Saat itu dalam tim, saya dibantu oleh beberapa anggota tim, salah satunya Wahyu, seorang admin IT yang selalu stand by untuk diminta tolong membuat tiket jika terjadi isu di lapangan. Suatu ketika, selesai shalat di mushola, Wahyu berkata pada saya, “Zik, gw mau pindah kerja ni, hidup di dunia ERP, masuk program SAP*, jadi basis, ngerjain ABAPER**, itu cita – cita gw sejak kuliah”tiba – tiba dia bercerita  dengan nada serius : nada yang tidak biasa digunakannya. Jelas saya tertawa karena saya berpikir Wahyu bercanda (hubungan yang kami bangun adalah pertemanan yang jauh dari kesan formal dan birokratis). Tapi ternyata dia serius. Tawaanya saya jadi garing T_T

Dari hasil obrolan dengan saya,Wahyu merasa tidak mungkin baginya untuk menjadi apa yang dicita – citakan. Nilai kuliahnya dan skill yang dimilikinya dirasakannya sangat tidak memadai untuk mendaptakan pekerjaan yang diinginkannya itu. “Tapi Zik, setidaknya gw berusaha kecil – kecilan dulu lah. Tiap akhir minggu, gw kejar2 senior2 gw yang kerja jadi ABAPERS buat belajar ilmunya. Lumayan lah banyak yang mau ngajarin walaupun cuman dibayar 100 ribu…” saya tidak menyangka ternyata sudah sebegitunya usaha Wahyu saat itu

Sebulan kemarin saya temui Wahyu di Yahoo Messenger sebagai seorang ABAPER di IBM, salah satu perusahaan IT terbaik dunia. Dan dia tetap menjadi Wahyu yang dulu, “Alhamdulillah Zik, gw jadi ABAPER yang gw certain dulu…” Perkataan where there is a will, there is way itu memang terbukti pada Wahyu.

Cerita yang sama terjadi pada beberapa teman saya yang lain, salah satunya Yessi, yang sejak 4 bulan lalu secara spesifik bermimpi menjadi seorang marketer unilever. Walaupun sempat dinyatakan tidak lulus pada 4 bulan lalu, namun Yessi tidak pernah berhenti berusaha.  Kini Yessi menjadi lulusan recruitment MT terbaik dan berhak melanjutkan programnya di Unilever Singapore, sekali lagi saya melihat indahnya dorongan si “Will” (errrr ga dilanjutin Smith yaaaaa :p garing T_T).

Belum menemukan lentera jiwa? Nugie dalam dialog itu berkata. “Sebenernya ukuran kalo kita sudah menemukan lentera jiwa itu mudah. Cukup bertanya apakah kita sudah senang dengan apa yang dilakukan saat ini? Jika kita sudah senang dengan apa yang dilakukan saat ini sekaligus juga dapat menyenangkan orang lain, itu artinya kita hidup dalam lentera jiwa kita”

Waduhhhhhhhhhhh saya tersinggungggg, ehhehehe…

* SAP adalah salah satu merk package untuk penerapan system IT/ERP (Enterprise Resource Planning)

** ABAPER adalah bahasa pemograman yang dipakai oleh program SAP

June 2009 (belum sempet published)

Outsource Mimpi : Sebegitu Pentingnya Visi

Saya bertemu dengan beberapa teman kuliah di satu mall di Jakarta. Kami membicarakan tentang kemungkinan membuat satu usaha ke depan. Saya tersentak dengan pernyataan teman saya saat saya bertanya how to start a business. Dia menjawab bahwa yang paling penting, adalah memiliki visi yang sama!!!!!

Sebegitu pentingny visi dalam organisasi sehingga sebuah client di perusahaan saya berani menggelontorkan bertriliun2 rupiah meminta bantuan pihak ketiga (konsultan) untuk memantapkan visi perusahaannya hingga 5 tahun ke depan. Triliunan rupiah untuk beberapa file ppt dan microsoft word!!!!!!!

Walaupun saya tahu mungkin beberapa orang menolak ide ini, tapi bagi saya visi adalah mimpi. Gambaran seperti apa kita / organisasi di masa depan.

Saya sempat berpikir kalau satu organisasi saja mimpinya harus ”dibuatkan” oleh orang ketiga (konsultan), untuk apa ada pemimpin dan pemilik di organisasi itu?

Sejak orientasi dan latihan kepemimpinan siswa di SMP hingga universitas, selalu saja ditanamkan pada diri saya, definisi seorang pemimpin sebagai orang yang know the way, show the way, and go the way. Know berarti dia tahu apa yang dia mau, baru tunjukkan ke orang lain, dan maju pertama untuk bergerak. Atau bahasa lainnya pemimpin  sebagai orang yang memiliki mimpi, dapat  men-share mimpinya ke orang banyak, dan membuat orang tergerak mencapai mimpinya itu.

Well, karena jualan saya saat ini  masi di ppt dan microsoft word, mungkin ada baiknya juga organisasi2 itu minta bantuan orang ketiga supaya lebih PD dan punya benchmark ke perusahaan – perusahaan besar lain (ahahaha tetep jualan :p).

Yaahhh setidaknya2, malem ini lagi coba ngerancang visi diri sekali lagi tanpa pake ppt ama microsoft word. ohohohohohohohohohohohohonhho

Jakarta, June 27 2009

Real Marketing

One of good case studies from my mate.

He was someday interviewed for marketing position in one of the best IT Company in the world. He had to imagine himself as a sales person of medium pen company in Indonesia. Medium pen means common pen used by average students or officers.

The situation is that he had to face a Purchase manager (the interviewer) of one of blue chip Companies in Indonesia. My mate thought it was the best challenge for him to show his ability in convincing, presenting, and negotiating things to the interviewer. Those are his pride skill.

My mate tried to convince the purchase manager to buy the pens. He told about a lot of benefit in the pens: cheap, simple, well known. But the interviewer always broke his premise by saying the company had already pen vendor that produce exclusive, durable, and high quality product which satisfied the employees in the company though the pens are expensive. My friend thought he was challenged by the interviewer; he insisted his premises by sharpening bad sides of the expensive pens and emphasizing the benefit of the cheap one.

After having 45 minutes hard debate, the interviewers stopped the “drama” and commend my mate about his confidence and hard work. “But there is something you miss to be a good sales person, you have to be honest about your products to your customer. Tell him the good and the poor of your product. Tell him also the good and the poor of the others. Make him understand the difference of your products and the others, thus the customer could honestly choose what is appropriate for him. So overall, marketing is about saying honesty to show difference.”

Everlasting Passion

My mom will be retired 3 years from now. Then one day I asked her what things she would do after retirement period. Seriously she answered me that she would like to build a small clinic at home (My mom is a nurse).
It was sumthing I didn’t expect. What is in my imagination about retirement period is having free time by doing our hobby, doing sumthing that I couldn’t do at my working time, or even doing nothing. Hehhehe.
Then I remember goods question from my friend about choosing a career that you really like (align with your passion).
“If you are not paid, will you still do it now? “
“If you have a chance to live once more, will you choose the same career as you do now?”

Honestly I couldn’t answer these questions clearly while my mom could.

A bad week then The Big Boys Come

After having very hectic days 2 weeks ago, finally I could take a breath. Yuh.. really… semi-full of doing nothing except browsing (I hope didiet, my supervisor won’t read this post, he is on Hajj right now heheheh). I did an easy-none analysis job. It was fun on Monday. But it was disaster on Tuesday till Friday. In arrogant mode, I said that I didn’t have to go to college to do stuffs like those I did a week ago!!

 

I found one of my best friends on YM on this early Sunday. He is someone who has almost the same type as me. We are always encouraged to do our best and working with all-the-best-in-class people in our working environment (sorry not offense). I said him it was a bored week for me cause I had to do repetitive and easy job, sumthing that I didn’t expect as consultant (hehehe do you see my arrogance huh? :p). Then he said that the difference between my job and his is that

 

At my job, I have to perform to be trusted to do big things

At his job, since beginning he has been trusted to do something big

 

Hearing this kind of thing made me sh** hahahah. He then offered me to jump to his job. “People like us will be over killed when having kind of job like you did” hahahahaha. Honestly I was teased….

 

But The big boys have just come on this Tuesday. There was a meeting of change management team. On the meeting it was emphasized that I had to handle and be responsible to one of significant point at the team. When I deeply came inside the point, I have just realized it will be very hectic jobs, even I have 2 people who will fully help me out this part.

Oh then I missed my a-week-ago-job hehehehhehe….

 

Inconsistent me :p

 

 

Regret,,

At 10.10 PM on Thursday,

 

Finally I had done all of my assignments that day. I was felling great. Hahahahah.

“ Zik we need your help,,,” My project manager suddenly shouted. I was tired at the time and my body wasn’t really fit. Then I came over him to see whether I could do any favors. Other colleges was laughing and joking at me: I didn’t understand and knew nothing to do.

My supervisor (different person than my project manager) clapped my shoulder and offered me to go home. I was doubt. When I looked back at my project manager, he was busy at the time but he still didn’t give me any direction what to do. I thought he was just joking.

Then I decided to go home without saying anything to my project manager….

 

I felt regret, I would tell him that I was regret..

 

NB: I need more time to discuss bout your topic Kresh, please be patient (heheh)

Life is a spring (deadline case)

“Life is like a spring,

You will never get your maximum position

Until you are stretched/pushed”

(Mario Teguh with some changes) 

 

Deadline,,, arrggghhh these three days are heavy. About thirty files have to be accomplished before Wednesday evening. With standard motion (hmm thanks industrial engineering), I need 2 hours at least to accomplish one file. So if I have 30 files, in average I have to spend 60 hours for these three days (it’s 72 hours for full 3 days, am I right???) ahahahha. Fortunately I have intern here (spare time).  I could share with him one third of my work. Then I still have 40 hours left (minus 10 hours I did this Monday so it will be 30 hours for Tuesday and Wednesday) hahahahaahahaha. I guess I have to find the way to reduce the 2 hours… It’s the only way to make it on time (I hope learning curve is real!!!)

 

Oke stop calculating!!!!

 

Have you found someone that you really want to bite, hit, kick, and lunge? I did find him this afternoon. In the heavy day, he acted as if he yelled me “You kids didn’t know anything, come to your mama!!!”

Aaaarrrggghhh,,,,, the deadline, that Dipertuan Agung made me feel I am a goner. Hahahahha.

 

I suddenly remembered Mario Teguh told me (on TV unfortunately) that success is a decision of how you react to a problem. There will always a problem. Every problem is milestone to make you become stronger. It made me feel better but I have still deadline…

 

Do you wanna join me to play tennis, badminton, or swimming this weekend?

Cheers,

What a Work!!! (consultant)

Finally I work as a consultant,,

That is my dream since I was in second year of university. There are several reasons behind my chioce of being a consultant :

  1. Leveraging myself. Could u imagine working with 20 years experienced clients and you have to deliver a solution for them. It’s a challenge!!
  2. Working with the best talent (no show off), Consultant will only hire the best talent. It’s time for you to learn everything from surroundings. Gain it!! Hit it!!
  3. Allign with my passion. I love economics and business stuffs. Consulting job will force you to learn new thing about these stuffs (well i still have problem with my gray area of working. My division (let say it’s division) is in talent & organization performance while i dream of strategy or economics stuff. However, if u join consulting company, wherever your division is, you still have to face sumthing related to business and economic. I experinced it (though i still strugle myself to reach my dream division) . hehehe
  4. Significant impacy. You make a difference for your client!!! imagine that
  5. Money. Honestly consulting firm is one of many firms that give you proper life. 

But there will always pains beside the gain right?! Sumthing i could highlight bout the pains :

  1. Time hour. Hahahhaha do you expect for working at 8 – 5? don’t go to consulting firm!!  well i have to recheck to another consulting firms btw. But I’m sure if you would like to join the big consulting firm, please expect for tiring job while challenging also (at least for me heheh).
  2. Bad clients. Client pay you a lot, They have high expectation of consultant as superman. So, please perform well unless clients will regret to have to pay you that much. Bad clients mean also they resist to change. Yup consulting will identically mean agent of change. consultants heve to change current situation that hey have been satisfied with. so, please be kind and patient to your client.  

However one thing that i really concern in deciding kind of career  you would like to join is by doing a career that you love or ,,,,,if it’s too late love your career then hehehhee

Cheers,